Wednesday, November 21, 2018

Jangan Dikorupsi

“Tetapi ayahmu telah berlaku curang kepadaku dan telah sepuluh kali mengubah upahku, tetapi Allah tidak membiarkan dia berbuat jahat kepadaku” (Kejadian 31:7)

Kisah Yakub yang dicurangi oleh Laban, pamannya saat bekerja padanya mengisahkan tentang realita kehidupan nyata. Penulis juga pernah mengalami hal yang sama sehingga bisa merasakan sakit seperti yang dialami Yakub saat itu. Tahun 2001-2006 adalah tahun dimana Penulis bekerjasama dengan seorang teman, singkat cerita akhirnya Penulis tidak mendapatkan hasil akhir yang baik. Laba yang ratusan juta dinolkan oleh rekan kongsi. Saat itu Penulis sangat kecewa dan marah. Rasanya ingin menuntut hak yang seharusnya milik Penulis.

Saat hendak mengakhiri kerjasama tersebut, Penulis mendapat rhema tentang kisah Yakub berpisah dengan Laban. Karena rhema tersebut maka Penulis bisa ‘move on’ dan melanjutkan hidup. Puji Tuhan, Penulis bisa mengampuni rekan kongsi tersebut, dan Tuhan mulai membukakan jalan yang kelihatannya tertutup. Tuhan mempertemukan Penulis dengan banyak orang yang mau mensupport. Ada yang mempercayakan barangnya untuk kami jual, dan ada juga yang mereferensikan kami ke supplier-suplier. Saat penulis ikhlas dan mau mengampuni, justru Tuhan mengganti dengan hal-hal yang lebih indah.
Hal yang Penulis dapatkan melalui kasus ini adalah, Pertama, kerjakan apapun yang Tuhan percayakan kepada kita dengan sepenuh hati. Apapun hasilnya Tuhan yang menjadi pembela kita. Kedua, jika saat ini kita mengalami masalah seperti Yakub, diperdaya rekan kongsi, komisi yang tidak kunjung cair, ampuni mereka dan bersyukurlah. Lakukan pekerjaan dengan tulus karena Tuhan melihat apa yang kita kerjakan. Ketiga, bagi seorang pimpinan, jangan menjadikan karyawan sebagai ‘sapi perah’ (bertindak seenaknya-red), berikan hak karyawan dengan pantas dan adil. Jangan sampai Tuhan yang menjadi lawan kita ketika kita bertindak tidak adil kepada karyawan.

Doa: Tuhan Yesus, ampuni kami jika selama ini bertindak tidak adil kepada orang lain, dan ajarkan kami untuk bersyukur dan mau mengampuni orang yang bersalah kepada kami. Amin.

Yesaya 42:18-25

Kegagalan dan kebutaan Israel
Perikop ini berisi mengenai kegagalan dan kebutaan rohani dari Israel. Ternyata tidak semua orang yang mengaku percaya merupakan orang-orang yang taat dan setia kepada-Nya. Israel yang telah melihat banyak pekerjaan Tuhan yang ajaib tetap saja buta dan tuli rohani. Masih saja ada rasa tidak percaya dengan apa yang Tuhan sudah kerjakan melalui mereka. Oleh karena itu pada akhirnya Tuhan mengijinkan Israel dihantam oleh musuh-musuhnya.

Ay. 18-19 ~ Siapakah yang lebih buta dari Israel hambaKu? Siapakah yang lebih tuli dari utusan-Ku? (BIMK). Kebenaran ini memperingatkan kita bahwa sekalipun kita hamba Tuhan atau pelayan Tuhan atau sebagai utusan Tuhan, tiba-tiba kita bisa kehilangan Tuhan. Israel adalah bangsa yang dekat dengan Tuhan tapi mereka mengalami kebutaan dan tuli secara rohani. Karenanya seorang hamba perlu membangun hubungan setiap hari bersama Tuannya. Tidak cukup hanya mengalami mujizat, melihat hal-hal besar tapi hati tidak pernah terisi penuh dengan cinta-Nya Tuhan. Israel mengalami sebuah hal yang ironis karena sering melihat pekerjaan Tuhan tapi kehilangan Tuhan karena hati mereka keras.
Ay. 20 ~ You see many things, but do not pay attention. Your ears are open, but not any hears. (MKJV). Israel melihat banyak hal ajaib dari Tuhan tapi tidak memperhatikan. Hati bangsa Israel tidak benar-benar tertuju kepada Pribadi Tuhan. Telinga jasmani mereka mendengar kebenaran Tuhan tapi tidak benar-benar memperhatikan dan menyimpannya di dalam hati mereka. Inilah yang membedakan kualitas orang percaya apakah benar-benar memberi perhatian kepada Tuhan dan kebenaran-Nya.

Ay. 21 ~ The LORD is well pleased for His righteousness sake. He will magnify the Law and make it honorable. (MKJV). Tuhan ingin supaya Firman-Nya dihormati dan diagungkan. Dia ingin agar Firman-Nya menjadi perhatian umat-Nya dan dilakukan dengan kesungguhan hati. Inilah kesenangan Tuhan. Bangsa Israel melakukan yang sebaliknya. Meskipun telah melihat pekerjaan Tuhan yang ajaib tapi mereka tidak menghormati hukum-hukum Allah.

Ay. 24-25 ~ Ujungnya adalah ketika umat tidak berbalik dan bertobat maka Allah menyerahkan Israel kepada musuh. Jalan satu-satunya adalah kembali kepada Dia!

Sangatlah indah ketika orang-orang percaya kepada pemimpin mereka; dan lebih indah lagi ketika pemimpin percaya kepada orang-orangnya.

A Man Called Ahok

Si Mbah lagi nonton TV...,
pencet _channel 1_ film _
*Beranak Dalam Kubur*_...,
ganti _channel 2_..., film _
*Suster Ngesot*_...., ganti _
channel 3_..., film
*Pocong Kesurupan*
ganti _channel 4_..., film _
*Sundel Bolong*_...,
ganti _channel 5_..., film-nya _*Kuntilanak*_...,
ganti _channel 6_..., film-nya _
*Hantu Jeruk Purut*

Terus si Mbah panggil cucunya : "Le, coba lihat _antena TV_ diluar itu menghadap ke mana...???"    

Cucunya keluar terus menjawab : _"Mbah..., antena TV-nya menghadap ke kuburan...!!!"_
                 
Si Mbah : _"Oooaaalllaaa..., Le..., pantes film-nya horor semua...???"_
_"Kamu masih diluar...???"_     
          
Cucu :
_"iya Mbah..., lha kenapa tho Mbah...???"_
    
Si Mbah :
_"Coba itu antena TV-nya kamu putar menghadap
*MAKO BRIMOB*...,
Siapa tahu film-nya
*A Man Called Ahok*

😁😁😁😜😜😀😀😀🤠🤠🤠👍👍👍👏🏻👏🏻👏🏻

Kehidupan Kekal, Roma 5:8

Alkitab menunjukan jalan yang jelas untuk mendapatkan hidup kekal. Pertama, kita perlu mengakui bahwa kita telah berdosa kepada Tuhan: “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah” (Roma 3:23). Kita semua telah melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan Tuhan dan pantas menerima hukuman. Karena pada dasarnya semua dosa kita adalah kepada Tuhan yang kekal, maka hanya penghukuman kekal yang pantas kita terima. “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (Roma 6:23).

Namun demikian, Yesus Kristus, Anak Allah yang kekal dan tanpa dosa (1 Petrus 2:22) telah menjadi manusia (Yohanes 1:1, 14) dan mati untuk membayar hukuman kita. “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” (Roma 5:8). Yesus Kristus mati di salib (Yohanes 19:31-42), dan menanggung hukuman yang seharusnya kita tanggung (2 Korintus 5:21). Tiga hari kemudian, Dia bangkit dari antara orang mati (1 Korintus 15:1-4), menyatakan kemenanganNya atas dosa dan kematian. “Yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan” (1 Petrus 1:3).

Dengan iman kita harus meninggalkan dosa kita dan berbalik kepada Kristus untuk mendapatkan keselamatan (Kisah Rasul 3:19). Jika kita menaruh iman kita kepadaNya, percaya kepada kematianNya di atas salib untuk membayar dosa-dosa kita, kita akan diampuni dan diberikan hidup kekal di surga. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal" (Yohanes 3:16). “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.” (Roma 10:9). Hanya iman di dalam karya Yesus yang telah diselesaikan di atas salib yang merupakan satu-satunya jalan kepada hidup kekal! “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Efesus 2:8-9).

Jikalau Anda ingin menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat Anda, berikut ini adalah sebuah contoh doa. Ingat, sekedar mengucapkan doa ini atau doa-doa lainnya tidak akan menyelamatkan Anda. Hanya dengan percaya kepada Yesus yang dapat menyelamatkan Anda dari dosa. Doa ini hanyalah sebuah cara untuk mengungkapkan iman Anda kepada Tuhan dan berterima kasih kepadaNya untuk menyediakan keselamatan Anda. “Tuhan, saya tahu saya telah berdosa kepadaMu dan pantas untuk dihukum. Namun Yesus Kristus telah mengambil hukuman yang sepantasnya saya tanggung supaya melalui iman kepadaNya saya bisa diampuni. Saya bertobat dari dosa-dosaku dan percaya kepadaMu untuk keselamatanku. Terima kasih untuk anugrah dan pengampunanMu yang ajaib, untuk anugrah hidup kekal! Amin!”

Cara Mendidik Anak Yang Baik, Efesus 6:4

Orang tua harus sebisa mungkin memperagakan kehidupan Tuhan Yesus yang nyata dan dapat dirasakan oleh anak-anak mereka. Harus selalu diingat bahwa perbuatan orang tua lebih keras suaranya dari perkataannya. Kehidupan orang tua menjadi pola dengan mana anak-anak membangun atau membentuk dirinya. Inilah warisan yang bernilai kekal yang paling berharga melebihi apapun.⁣

Efesus 6:4 (TB)  Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.

Buta dan Tuli, Yesaya 42:18-25

Sekalipun bangsa Israel adalah umat Allah, namun banyak di antara mereka yang menutup mata dan telinga mereka terhadap firman Tuhan. Ketidakpercayaan dan kekerasan hati telah mengaburkan iman mereka. "Siapakah yang buta seperti suruhan-Ku dan tuli seperti hamba Tuhan?" (19c, d). Sungguh sangat menyedihkan bila hamba-hamba Tuhan yang dipakai Tuhan namun mereka sendiri tidak melihat perbuatan Tuhan.

Awal penolakan terhadap Tuhan. Buta dan tuli rohani merupakan awal penolakan terhadap Tuhan. Akibatnya sangat fatal. Hukuman yang dialami Israel merupakan tindakan Tuhan agar mereka mau menyadari kesalahannya. Mereka harus mengakui bahwa mereka telah berdosa, tidak mengikuti jalan yang ditunjukkan-Nya dan tidak mendengarkan pengajaran-Nya. Bagaimana keadaan mata dan telinga rohani kita? Perhatikanlah bahwa Tuhan marah karena ketidaktaatan. Adakah perbuatan kita yang akan membuat Tuhan murka? Seberapa jauh kita mengindahkan atau menyepelekan tindakan Tuhan dalam hidup kita? Bukalah mata dan telinga, agar nyata penyelamatan Tuhan dalam hidup Anda.

Doa: Tuhan, ampunilah aku bila selama ini kurang memperhatikan Engkau. Tolonglah agar telinga, mata serta hatiku selalu terbuka pada-Mu.

DIPERKAYA OLEH TUHAN


“Kekayaan dan kehormatan ada padaku, juga harta yang tetap dan keadilan” (Amsal 8:18)
Mungkin sebagian besar dari kita akan langsung sedih ketika melihat saldo rekening tabungan kita mulai menipis. Apalagi ketika menunggu tanggal gajian masih sekitar dua minggu lagi, tentunya makin tidak sabar untuk menunggu segera tiba saatnya gajian lagi.
Di saat itulah terkadang muncul pikiran untuk segera jadi kaya dengan harta berlimpah. Dan akhirnya pikiran tersebut bisa membuat orang tersebut menjadi kaya atau justru terperosok dalam dosa. Karena di saat seseorang ingin menjadi kaya, maka orang tersebut akan melakukan segala cara untuk meraihnya. Ada yang terus bekerja siang malam nyaris tanpa istirahat. Ada pula yang melakukannya dengan cara yang salah, yaitu melakukan kecurangan. Dan yang lebih buruk lagi, yaitu bila sampai berhubungan dengan alam gaib atau ritual mistis. Kekayaan memang menyenangkan bagi sebagian besar orang. Namun tentunya tidak boleh kita raih dengan cara yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan. Karena itu, Raja Salomo pernah mengingatkan kita agar jangan bernafsu mengejar kekayaan (Ams. 23:4-5). Ambisi yang terlalu berlebihan justru membuat kita menyimpang dari ketetapan Tuhan. Sebaiknya segera dihindari.

Tidak ada larangan untuk menjadi kaya, asalkan mengutamakan Tuhan dalam hidup kita terutama dalam bekerja ataupun berbisnis. Selama kita memprioritaskan Tuhan dalam apapun bidang usaha kita, Tuhan yang akan membantu kita berhasil. Tak heran bila kita terkadang mendengar ada rekan kita yang telah berhasil di tempat kerjanya dengan naik pangkat. Ataupun juga seorang pengusaha yang sukses meningkatkan jumlah penjualannya. Semua itu adalah berkat campur tangan Tuhan sehingga bisa menjadikan seseorang kaya (Ams. 10:22). Sebaiknya andalkan Tuhan dalam setiap langkah kita sehingga Tuhan berkenan membantu meraih impian kita.

YESAYA 39:1-8


Israel sedang dirundung duka pada masa-masa ini, di mana kerajaan Asyur telah merebut Efraim atau kerajaan Israel utara. Hizkia, raja Yehuda berusaha mengamankan Yerusalem dari kekuatan Asyur, sehingga Hizkia bekerjasama dengan Merodakh, raja Babel untuk memerangi Asyur. Merodach-baladan (yaitu, Marduk-apla-iddina) adalah pangeran Chaldean dari suku Bit-Yakin yang memerintah Babel sebentar-sebentar selama tahun 722–703 SM. Peperangan Yehuda dan Babel melawan Asyur berakhir dengan pengepungan Asyur terhadap Yehuda. Namun, tangan Tuhan justru nyata ketika bangsa Yehuda sudah tidak bergantung pada Babel tetapi kepada tangan Tuhan yang kuat, sehingga Yehuda dengan cara Tuhan dilepaskan dari pengepungan Asyur (Yesaya 37).
Setelah Tuhan melepaskan Yehuda, Hizkia melakukan kesalahan besar yang kemudian menjadi penyebab hancurnya Bait Tuhan dan Yerusalem dan orang Yehuda menjadi tawanan di Babel. Semua ini berawal dari kunjungan raja Babel, Marodakh kepada Hizkia yang baru sembuh dari sakitnya. Hizkia menyaksikan segala harta kekayaan dan peralatan perang Yehuda kepada Raja Babel (Yesaya 38). Hizkia tidak menyaksikan tangan Tuhan yang hebat yang telah melepaskan bangsa ini dari pengepungan Asyur, Hizkia tidak bersaksi tentang Allah Israel sebagai penyebab kejayaan Yehuda.
Yesaya menyampaikan nubuat berotoritas tentang kehancuran yang akan dialami Yehuda (Yes. 39:5-7), namun semua ini tidak akan terjadi pada masa hidup Hizkia. Allah telah memberikan usia tambahan 15 tahun bagi Hizkia (Yes. 38:4-6) dan selama ia hidup nubuat ini belum digenapi (Yes. 39:8). Ini bukti bahwa Allah setia dengan perkataan-Nya dan tidak mengingkari janji-Nya. Bapak Gereja Clements menjelaskan bahwa Yesaya 39 merupakan nubuat nabi Yesaya tentang penghancuran Bait Tuhan dan Yerusalem oleh bangsa Babel yang kemudian terjadi pada tahun 587 SM. Secara khusus berfokus pada nasib dinasti Daud atau keturunan Hizkia dan perbendaharaan kerajaan yang akan dibawa ke Babel. Catatan penggenapan nubuat Yesaya ini tergenapi setelah penaklukan pertama Yerusalem pada tahun 597 SM (2 Raj. 24: 12-16)

HARTA YANG ABADI


“Harta benda yang diperoleh dengan kefasikan tidak berguna, tetapi kebenaran menyelamatkan orang dari maut” (Amsal 10:2)

Sebuah film di era tahun 80-an mengisahkan tentang perburuan harta karun berupa cawan suci. Tatkala semua pemburu sudah sampai di tempat yang dituju, ternyata ada banyak sekali cawan sehingga dibutuhkan kejelian dan pemikiran yang benar untuk dapat memilih cawan suci yang sesungguhnya. Dikisahkan, Si Penjahat sebagai orang yang rakus dan tamak memilih cawan yang berkilauan, sebaliknya Si Lakon utama sebagai orang yang bijak dan punya pengetahuan yang mendalam memilih cawan yang sederhana. Singkat cerita Si Penjahat mati akibat ulahnya sedangkan si Lakon utama hidup selamat lepas dari maut.
Dalam hidup ini sebagian besar manusia menghabiskan waktunya untuk mencari dan mengumpulkan harta. Anggapan bahwa harta bisa memberikan kebahagiaan masih melekat dalam diri kebanyakan orang. Memang harta duniawi dapat menjadikan orang hidup dalam kesenangan, namun apa gunanya banyak harta bila tidak dibarengi dengan kesehatan. Lebih dari itu, orang hanya memerhatikan kesehatan jasmani dengan menjaga pola makan, durasi waktu untuk istirahat, dan gaya hidup. Padahal, justru kesehatan rohani yang tidak kasat mata adalah kunci dari kebahagiaan yang sesungguhnya.
Kesehatan rohani identik dengan jiwa dan perasaan yang bersukacita, bebas dari hal-hal yang negatif. Semakin rohani kita sehat semakin kita memiliki rasa pengenalan dan takut akan Allah. Jika ada rasa pengenalan dan takut akan Allah maka kita tidak akan melakukan perbuatan dosa dan hubungan kita dengan sesama akan terjalin harmonis. Tidak akan ada di kamus kita untuk memprioritaskan harta duniawi apalagi menghalalkan segala macam cara dalam memperolehnya. Ingatlah, harta duniawi hanya sementara dan dapat menjerumuskan kita ke dalam maut. Utamakanlah harta rohani yang abadi dan membawa kita kepada hidup yang kekal.

Doa: Ya Bapa, sesungguhnya dari Engkaulah semua berkat jasmani dan rohani yang kami miliki. Kini kami belajar untuk menjadi pribadi yang tidak lagi terikat kepada harta duniawi. Amin.

YESAYA 40:1-11


Meski murka, Allah tetap ingat kasih sayang-Nya (bdk. Hab. 3:2). Maka ucapan penghiburan tentang pemulihan umat dinyatakan setelah disampaikan berita penghukuman tentang kehancuran Yehuda yang akan diangkut ke Babel.
Nats hari ini dimulai dengan perkataan "Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku…" (ayat 1). Kata hiburkanlah diberikan dalam kata kerja perintah dalam bentuk jamak, yang mengacu pada tiga suara yang akan menyampaikan pesan Allah (ayat 3, 6, dan 9).
Suara pertama tentang "kemuliaan Tuhan". Jalan perlu dipersiapkan supaya kemuliaan Tuhan dinyatakan (ayat 3-5). Metaforanya adalah seperti orang yang mempersiapkan kedatangan tamu VIP supaya tamu itu datang dengan cepat, tanpa halangan. Jalan yang akan dilalui Tuhan harus lurus (ayat 3), rata (ayat 4a, 4b), dan tanpa halangan (ayat 4c, 4d). Yohanes Pembaptis ialah orang yang menjadi suara itu kemudian, yang mengajak umat bertobat agar mereka siap menerima Tuhan Yesus ketika Ia datang.
Suara kedua tentang "firman Tuhan". Manusia hidup hanya sebentar saja, seperti rumput yang menjadi kering dalam sekejap, sedangkan firman Allah tetap untuk selama-lamanya (ayat 6-8). Di tengah kelemahan manusia yang fana, kita memiliki firman Tuhan yang akan tetap untuk selama-lamanya. Kita tahu sekarang Firman tersebut telah menjadi manusia dan diam di antara kita (Yoh. 1:14).
Suara ketiga tentang "tangan Tuhan". Suara yang berseru dengan nyaring tersebut menyerukan bahwa Tuhan Allah akan datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya yang berkuasa (ayat 10). Allah juga seperti seorang gembala yang akan menggembalakan dan menghimpun kawanan ternaknya dengan tangan-Nya (ayat 11). Melalui Kristus, Allah telah menyelamatkan kita dengan tangan-Nya yang kuat.
Ketika Allah memberikan penghiburan itu melalui nabi Yesaya, apa yang dijanjikan melalui ketiga suara tersebut belum terjadi. Namun sekarang kita telah melihat penggenapannya. Karena itu, janganlah kita larut dalam kesedihan. Kita harus terhibur dan bangkit karena telah mendapatkan keselamatan yang dijanjikan oleh Allah kepada setiap kita orang yang pecaya kepada-Nya. 

HARTA YANG TERPENDAM


“Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu” (Matius 13:44)

Harta yang terpendam merupakan suatu perumpamaan tentang Kerajaan Sorga. Yaitu seorang yang menemukan harta yang terpendam di suatu ladang. Kemudian ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Perumpamaan ini menjelaskan bahwa harta yang terpendam merupakan suatu keselamatan dengan segala kekayaan rohaninya yang jauh lebih berharga dibandingkan dengan segala harta benda yang nampak di dalam dunia. Saat seorang menyadari akan keselamatan dan kekayaan rohani yang sangat berharga ini, mereka rela menjual segala harta benda yang nampak untuk membeli kekayaan rohani yang jauh lebih berharga. Menjual segala miliknya artinya rela menjual atau berkorban atas segala sesuatu yang telah dimiliki, untuk dapat menikmati kekayaan rohani yang jauh lebih berharga.
Sadarilah bahwa kekayaan rohani adalah harta terpendam yang tidak nampak, yang jauh lebih berharga daripada harta kekayaan dunia. Relakanlah untuk mengorbankan segala milik kekayaan dunia untuk dapat meraup kekayaan rohani yang jauh lebih berharga.
Sering kita berpikir bahwa sudah tidak ada lagi pintu berkat yang dapat diharapkan. Seakan semua pintu telah tertutup. Kadang pula kita berpikir bahwa kebutuhan terlalu besar buat kita. Seakan tidak mungkin kita sanggup memenuhinya. Kita merasa tidak ada seorangpun yang mau menolong kita. Seakan kita sendiri dan hati kitapun kian ciut, putus harapan dan putus asa.
Namun apakah kita mengerti dan menyadarinya? Bahwa masih ada harta benda yang terpendam dan harta kekayaan yang tersembunyi yang disediakan Allah bagi kita. Harta yang sanggup mencukupkan seluruh kebutuhan bahkan berkelimpahan serta yang tidak akan pernah habis hingga anak cucu kita. 

Doa : Tuhan Yesus, ajar setiap kami untuk selalu hidup benar di hadapan-Mu agar suatu kelak kami mendapat mahkota yang dari Engkau. Amin.

YESAYA 40:12-31

Pembuangan Yehuda ke Babel bertujuan untuk memurnikan dan mendidik Yehuda. Allah mendisiplin umat-Nya guna mempersiapkan umat-Nya menjadi bangsa yang terhindar dari penyembahan berhala. Namun situasi tersebut menimbulkan keraguan Yehuda akan Allah. Oleh sebab itu, Yesaya menyatakan dan menyuarakan bahwa Allah YAHWEH adalah Allah yang penuh hikmat, kebesaran, keagungan, dan kuasa kreatif-Nya (ay. 12-14). 

Hikmat Allah tidak bisa dibandingkan dengan hikmat manusia karena manusia adalah bagian dari ciptaan-Nya (ay. 12-14). Manusia tidak bisa mengajari Allah. Sebaliknya, manusia bergantung sepenuhnya kepada Wahyu Allah untuk mengerti diri-Nya. Kebesaran Allah tidak bisa dibandingkan dengan luasnya bumi dan isinya ataupun dengan keperkasaan bangsa-bangsa (ay. 15-17). Sebagai perbandingan luas hutan Libanon tidak mampu mencukupi kebutuhan kayu bakar dan binatang untuk dipersembahkan sebagai korban bakaran bagi Allah. Allah tidak dapat dibandingkan dengan hal-hal di atas. Kebenaran-kebenaran yang terungkap bertujuan untuk mengilhami umat-Nya untuk percaya kepada-Nya, di mana Allah sanggup melepaskan mereka dari penjajahan Babel dan menetapkan kerajaan-Nya untuk selama-lamanya.
Kelepasan dari pembuangan adalah bukti nyata bahwa sesungguhnya Allah Israel jauh lebih berkuasa dari-pada ilah-ilah bangsa kafir yang tak lebih daripada patung tuangan atau pahatan buatan manusia (ay. 18-20). Allah tidak dapat dibandingkan dengan apapun. Dia adalah Allah, Pencipta langit dan bumi. Benda-benda di langit pun adalah ciptaan-Nya (ay. 26). Segala sesuatu yang ada di alam ini adalah ciptaan-Nya, termasuk bangsa-bangsa besar seperti Babel. Bangsa Israel boleh merasa kecil dengan negara adikuasa seperti Babel, tetapi di mata Allah, Babel tidak lebih daripada setetes air dalam timba atau sebutir debu pada neraca (ay. 15). Dalam sekejap, apabila Allah menyatakan penghakiman-Nya, para penguasa dunia ini pasti akan binasa (ay. 23-24). Segenap alam semesta, baik bumi maupun seluruh jagad raya wajib tunduk pada kekuasaan-Nya (ay. 25-26).
Pembuangan tidak membuktikan bahwa Allah tak berdaya. Tapi justru membuktikan bahwa Dia adalah Allah yang adil, yang membalaskan dosa dengan penghukuman. Allah tetap Allah yang kekal, yang kuasa-Nya tidak berubah, dan pengertian-Nya jauh melampaui akal manusia. Alkitab mengatakan: tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah (ay. 31). Oleh sebab itu, janganlah meragukan kuasa dan keagungan Allah, sebab Allah tidak dapat dibandingkan oleh siapapun. Dialah Allah yang bertindak dengan hikmat dan kebijaksanaan. 

BERAT

“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya” (1 Korintus 10:13)

Sesuai dengan kodrat, kita diciptakan sebagai manusia yang dipersiapkan dari dalam kandungan ibu kita sebagai jabang bayi, terlahir sebagai bayi dengan jenis kelamin laki-laki atau perempuan. Dalam tumbuh kembangnya menjadi balita, anak, remaja, dewasa, tua, dan akhirnya kembali ke tanah sebagai jasad. Tidak ada yang tahu kapan kita tercipta karena itu adalah tangan Tuhan yang menenun dalam rahim sang ibu.
Dalam perjalanannya, hidup ini tidak sama bagi satu dengan lainnya. Ada yang lahir normal, ada yang cacat, ada yang kaya, ada yang berkecukupan, ada yang miskin, ada yang berkulit putih, kuning, sawo matang atau hitam, ada yang berambut lurus, dan ada yang berambut keriting.
Saat mengadakan kunjungan ke rumah sakit atau secara pribadi ke rumah, sering kita jumpai orang yang menderita sakit yang kadang berat atau mengalami kecelakaan hingga kondisinya parah. Banyak orang menghadapi kehidupan dengan problematika yang beragam. Pekerjaan yang jadi area ekonomi kehidupan menjadi perjuangan hidup yang dilalui setiap orang. Masalah keuangan, keluarga, pekerjaan, pergaulan, dan lain sebagainya bisa menimpa kita selagi kita ada di dunia yang fana ini.
Saking beratnya apa yang kita hadapi kadang membuat kita tidak mampu menghadapinya. Kita berteriak tapi seakan tidak ada solusi. Kita berdoa tapi seakan Tuhan tidak menjawab. Tawaran di luar kebenaran Tuhan sering menggoda orang yang lemah iman dan ingin segera berakhir dengan apa yang mungkin bertubi-tubi menghampiri hidupnya.
Apakah kita sedang dalam pergumulan berat? Datanglah pada Tuhan mencari jawaban yang tidak akan pernah salah sekalipun apa yang Tuhan akan lakukan tetap menjadi misteri. Bertekun dalam waktu-Nya tanpa harus selalu bertanya kenapa dan kapan adalah yang Dia inginkan, maka ketenangan batin tersedia bagi kita.

Doa: Tuhan Yesus, mampukan aku untuk terus bertekun mencari Engkau walaupun pergumulan yang aku hadapi terasa berat. Aku percaya Engkau pasti menolongku dan memberikan jawaban. Amin.

Tuesday, November 20, 2018

MEMPERCEPAT KEDATANGAN TUHAN

      Selama bertahun-tahun, saya tidak mengerti apa yang dimaksud dalam tulisan Petrus di 2 Petrus 3:11-14. Bertahun-tahun sebagai seorang pelajar Alkitab, bahkan sebagai seorang Dosen Sekolah Tinggi Teologi, saya tidak tahu maksud pernyataan Firman Tuhan dalam 2 Petrus 3:11-14. Ini benar-benar sulit dipahami. Ditulis dalam ayat-ayat itu bahwa orang percaya dapat mempercepat kedatangan hari Allah hari Tuhan maksudnya. Hari di mana Allah mengakhiri sejarah dunia. Itu juga berarti berakhirnya petualangan Iblis atau Lusifer beserta pengikutnya. Mereka dibuang kedalam kegelapan abadi bersama dengan orang-orang yang tidak taat, orang-orang yang memberontak kepada Allah. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi, dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. Langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. Inilah yang dikatakan oleh Wahyu bahwa, bumi akan menjadi lautan api. Jadi sebenarnya neraka itu adalah bumi ini, yaitu ketika unsur-unsur dunia akan hancur dalam nyala api.

     Hari Allah atau hari Tuhan adalah hari yang paling mengerikan bagi Iblis dan para malaikat yang memberontak. Itulah sebabnya mereka pasti berusaha untuk menghindarkan atau paling tidak berusaha memperlambat pelaksanaannya. Sebab itu berarti pelaksanaan eksekusi hukuman atas mereka. Dengan cara bagaimanakah kuasa kegelapan ini menghambat hari Tuhan? Dengan cara mencegah orang percaya memiliki kehidupan yang saleh, mencegah orang percaya memiliki kehidupan yang tidak bercacat dan tidak bercela. Itulah sebabnya dalam 2Petrus 3:11-14, Firman Tuhan mengatakan : Betapa suci dan salehnya kamu harus hidup, yaitu kamu yang mempercepat kedatangan hari Tuhan. Jadi orang percaya bisa mempercepat kedatangan hari Tuhan kalau mereka memiliki kesucian dan kesalehan seperti yang dikehendaki oleh Allah; yaitu kesucian, kesalehan seperti Yesus, yang berarti juga menjadi corpus delicti. Menjadi corpus delicti ikut menjadi saksi atau bukti bahwa Lusifer melakukan kesalahan. Mempercepat kedatangan Tuhan dalam bahasa aslinya speudo, kata ini juga bisa berarti to hast atau to make hast, sulit dimengerti tapi kita sekarang tahu, bahwa ternyata orang percaya memiliki tanggung jawab itu. Tanggung jawab untuk bisa mempercepat kedatangan Tuhan. Kalau masih mau mempersoalkan, ah masa begitu pak? ya, Firman Tuhan mengatakan: Jika jumlah bilangan orang yang tidak menyayangkan nyawa itu cukup, maka baru akan diakhiri dunia ini. Jumlah bilangan orang yang tidak menyayangkan nyawa artinya orang yang menjadi seperti Yesus yang rela kehilangan nyawa demi keselamatan jiwa orang lain. Jadi kalau jumlah bilangan orang yang tidak menyayangkan nyawa, yaitu mereka yang dibunuh karena imannya kepada Tuhan Yesus, atau orang-orang yang mau memadamkan atau menghapuskan keinginan-keinginan dunia seperti Tuhan Yesus mengosongkan diri; mereka memiliki ketaatan kepada Allah Bapa dan kepatuhan kepada Allah Bapa seperti Tuhan Yesus, jumlah bilangan orang-orang seperti itu cukup; maka Tuhan Yesus akan datang dan mengakhiri sejarah dunia.

     Pembahasan mengenai corpus delicti ini sebenarnya sangat luas, tidak cukup dengan penjelasan beberapa menit. Dalam salah satu buku yang saya tulis mengenai corpus delicti, saya menjelaskan panjang lebar hal ini dengan landasan yang benar-benar Alkitabiah supaya saudara-saudara dapat mengerti rahasia kebenaran Firman Tuhan. Implikasi dari penjelasan atau ajaran mengenai corpus delicti adalah tidak bisa tidak kita harus bertumbuh menjadi sempurna seperti Yesus. Kita tidak bisa menghindarkan diri dari panggilan untuk kehilangan nyawa seperti Tuhan Yesus. Kita tidak bisa menghindarkan diri kita dari panggilan untuk mengosongkan diri seperti Yesus. Hal ini, apa yang saya jelaskan ini dapat ditegaskan atau ditegaskan dalam Wahyu 11:12 bahwa; kekalahan Lusifer dan para malaikat-malaikatnya itu hanya oleh darah Yesus dan perkataan kesaksian mereka yang tidak mengasihi nyawa mereka. Jelas darah Yesus itu penderitaan Yesus. Kesaksian mereka yang tidak mengasihi nyawa, artinya orang-orang yang hidupnya benar-benar rela kehilangan nyawa, kesenangan, kebahagiaan hidup di bumi ini, orang yang mengosongkan diri, orang-orang yang benar-benar telah mengalami perjuangan, menderita bersama Tuhan Yesus dan mencapai kesempurnaan seperti Tuhan Yesus. Inilah yang dapat mengakhiri sejarah dunia. Orang-orang yang mempercepat kedatangan Tuhan Yesus atau mempercepat hari Tuhan.

    Saudaraku, jangan takut kehilangan nyawa, karena siapa yang kehilangan nyawa akan beroleh nyawa. Kiranya kebenaran ini memberkati kita sekalian

MEMINDAHKAN HATI KE SURGA


“Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada” (Lukas 12:34)

      Cobalah perhatikan jika seseorang baru saja membeli suatu barang atau benda yang sudah lama ia idam-idamkan. Dipandangi, dirawat, dijaga dan kalau perlu dibawa kemana-mana. Lihat pula anak kecil yang baru saja mendapatkan mainan yang baru. Di meja makan ia bawa, bahkan jika perlu, ia simpan di bawah banta tidurnya. Hatinya melekat, untuk itulah ia menaruhnya dekat-dekat. Secara tidak sadar kita akan memperlakukan dengan cara yang paling istimewa terhadap sebuah benda atau hal yang paling kita anggap istimewa.

    Ada Bapak-Bapak yang bila bangun pagi hari, ia segera bergegas menyiapkan pakan burung, menjumpai burung-burung kesayangannya. Memandikan mereka dan bahkan berkicau bersama dengan mereka. Beberapa bahkan rela menyisihkan ruangan khusus dalam rumahnya untuk sekumpulan burung-burung istimewa yang dimilikinya. Ia lupa jika anak-anaknya harus diantar ke sekolah ataupun harus segera bergegas ke kantor. Harta berharga baginya adalah si burung love bird.
Ada pula ibu-ibu yang baginya, acara ngumpul sahabat-sahabat ngerumpi-nya adalah hal teristimewa. Itu adalah sebuah kegiatan bagi para ibu yang suaminya terlampau kaya dan tempat yang cocok untuk memamerkan tas-tas Hermes yang baru saja keluar. Mereka lupa akan anak-anaknya yang jika pulang sekolah harus makan dari Go-food karena Mama mereka masih akan lama ngumpul.

    Anak-anak? Tentu saja mereka memiliki hal istimewa yang bisa saja jauh lebih penting dari orang tua mereka yang asal-asalan mengasuh anak dan dengan senang hati akan mereka perjuangkan bahkan rela keluar dari rumah. Kita seringkali lupa, bahwa yang kekal adalah yang paling berharga. Yang kita kasihi-pun harus sampai kepada kekekalan bersama Bapa.

Doa: Tuhan Yesus, aku rindu semua keluargaku hanya melihat pada perkara-perkara yang kekal dan bukan pada perkara duniawi. Amin.

YESAYA 41:8-20

Pendahuluan
Tuhan telah memilih Israel menjadi saluran berkat untuk melaksanakan janji penebusan yang telah dilakukan dengan leluhur bangsa Israel. Pemilihan ini menjadi alasan Israel tidak perlu takut. Israel disebut sebagai hamba Tuhan dan ini menyatakan hubungan yang didasari kasih dan kepercayaan.

Pembahasan
      Ayat 1-7 menjelaskan bahwa Allah adalah pribadi yang akan menuntun, menyertai dan memberikan kekuatan ketika orang percaya menghadapi masalah-masalah. Berhala-berhala sama sekali tidak berguna dan mengandalkan sesama merupakan hal yang sia-sia. Allah tidak ingin umat-Nya bergantung kepada berhala.

    Ayat 8-10 menjelaskan Allah menekankan umat-Nya agar menyadari bahwa mereka adalah umat pilihan. Umat Israel sebagai umat pilihan diperintahkan Allah agar tidak takut dan bimbang karena Allah menyertai mereka. Penyertaan Allah tidak dapat dibandingkan dengan apapun. Bahkan ada alasan lain agar Israel tidak takut dan tidak bimbang, yaitu Allah berjanji akan membuat malu musuh-musuh Israel (ayat 11-12). Selain Allah akan membuat musuh-musuh Israel merasa malu, Tuhan yang akan memegang tangan Israel (Allah sebagai pelindung Israel) dan menolong Israel (Allah sebagai penolong Israel), Israel sendiri digambarkan sebagai umat yang lemah, yaitu seperti cacing Yakub dan ulat Israel (ayat 13-14). Allah sebagai pribadi yang akan menguatkan Israel. Allah akan menguatkan Israel, sehingga Israel dijadikan seperti ‘papan pengirik yang tajam dan baru dengan gigi dua jajar’ dan akan mampu mengirik gunung dan menghancurkannya (ayat 14-15). Israel akan menghadapi situasi yang sulit, hal ini mengakibatkan umat Israel mengalami kesengsaraan. Namun, Tuhan akan membuat hal yang ajaib di luar apa yang mampu mereka pikirkan yaitu Tuhan akan membuat “mata-mata air membual di tengah-tengah daratan dan membuat padang gurun menjadi telaga dan memancarkan air dari tanah kering” (ayat 18). Tanaman-tanaman akan ditumbuhkan dan kemudian orang akan mengetahui bahwa Allah, adalah pribadi yang Mahakudus, yang menjadikan semua itu (ayat 19-20). Israel ditolong Tuhan dalam menghadapi kesulitan karena Allah yang menyertai dan menuntun.

Penerapan
      (1) Orang percaya harus hidup dalam penyerahan dan ketaatan total kepada Tuhan sebab Allah adalah pribadi yang dapat diandalkan; (2) Orang percaya harus meyakini bahwa Allah akan memberikan pertolongan tepat pada waktu-Nya, ketika umat-Nya mengalami kesulitan; (3) Orang percaya harus tetap setia kepada Allah, walaupun mengalami kesulitan sebab Allah berjanji memberikan pertolongan yang begitu ajaib.

UPAH KETEKUNAN

“Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya”
(Matius 10:42)

          Ada seorang ibu yang tekun berdoa untuk kelima anaknya, bertahun-tahun setiap pagi dia mendoakan anak-anaknya, memang secara kasat mata tidak ada hal yang luar biasa terjadi pada setiap anaknya. Tapi suatu saat salah satu dari anaknya menjadi hamba Tuhan dan dipakai Tuhan secara luar biasa. Mungkin dalam doanya, ibu tersebut meminta kepada Tuhan agar anak-anaknya sukses, tapi Tuhan menjawab dengan caranya sendiri. Ketika salah satu anak dari ibu ini menjadi hamba Tuhan, maka satu persatu anggota keluarga mereka dipulihkan dan mencari Tuhan. Tuhan memakai salah satu dari kelima anaknya untuk membawa keluarga mereka kepada Tuhan. Tuhan mengerjakan hal yang jauh lebih besar dari yang dapat ibu tersebut pikirkan sebelumnya. Itulah upah ketekunan dari doa.

         Sama seperti bumi yang kita tempati memiliki hukum alam yang pasti terjadi, sebagai contoh ketika petani menabur benih maka suatu saat ia akan menuai hasil taburannya, ketika manusia menebang hutan secara besar-besaran, maka terjadilah banjir di tempat tersebut. Begitu pula hal yang sama terjadi dalam dunia roh. Jika kita menang dalam alam roh, maka dalam alam nyata pun kita juga akan menang. Setiap manusia akan menerima upahnya masing-masing dalam kekekalan.

        Setiap tindakan kita selalu disertai dengan upah dari Tuhan. Entah itu kita akan menerimanya di bumi ataupun kelak di kehidupan yang akan datang. Upah yang akan diterima setiap orang tentu tidak akan sama. Karena penilaian nya tidak hanya dari tindakan tetapi juga dari motivasi hati yang menggerakkan tindakan tersebut. Oleh karena itu, segala hal yang manusia lakukan hanya Tuhanlah yang berhak menentukan upahnya. Tuhan sangat menghargai motivasi dan ketulusan hati setiap orang dalam mengikut Dia. (YT-05)

Doa: Tuhan Yesus, ajar setiap kami untuk selalu mengandalkan Engkau di dalam hidup ini agar senantiasa kami kuat menghadapi segala sesuatu di dunia ini. Amin.

YESAYA 41:21-29

Pendahuluan
Kitab Yesaya ini terkenal dengan nubuat tentang Mesias. Bagian ini bebicara tentang nubuat Mesias sebagai hamba Tuhan. Allah akan memberikan kemenangan bagi Israel atas bangsa-bangsa yang memusuhinya. Allah menentang bangsa-bangsa yang meramalkan masa depan bagi Israel. Allah yang berkuasa atas masa depan umat-Nya dan bangsa-bangsa lain. Allah tidak dapat dibandingkan dengan pribadi yang lain.

Pembahasan
Ayat 21, Allah mengerahkan bangsa-bangsa untuk menghadap pengadilan Allah. Allah memanggil berhala-berhala untuk menghadapi-Nya. Berhala-berhala itu tidak mampu menyatakan tentang masa depan Israel. Berhala-berhala tidak mampu memberitahukan masa depan bangsa-bangsa. Ayat ini juga menyatakan Israel hanya boleh menyembah Allah yang berkuasa atas masa depan Israel. Allah ingin agar Israel monotheisme.

Ayat 22-29, Pokok pembicaraan dalam bagian ini beralih pada bangsa-bangsa yang menyembah berhala. Tuhan menentang mereka yang menyembah berhala-berhala. Tuhan membuktikan kenyataan dari kuasa dari berhala-berhala yang tidak sebanding dengan kuasa Allah. Allah berkuasa menguji nubuat dan penggenapan. Umat Allah menuduh berhala-berhala palsu ini, tidak memberitahukan kehendak dan maksud Allah. Tuhan menyatakan maksud-Nya untuk menghormati nama Allah dan melaksanakan rencana-Nya. Berhala-berhala yang disembah orang kafir tidak dapat meramalkan masa depan.

Penerapan
(1) Orang percaya harus mempercayai Allah sebagai pengendali masa depan. Allah adalah pribadi yang tidak dibatasi waktu. Allah di luar dimensi waktu dan tidak dikuasai oleh waktu, sebab Allah adalah pencipta waktu; (2) Orang percaya hanya boleh menyembah Allah bukan kepada pribadi yang lain, karena pribadi yang lain tidak dapat disejajarkan dengan Allah; (3) Orang percaya tidak boleh mempercayai pribadi lain selain Allah; (4) Orang percaya harus mampu mengidentifikasi pribadi-pribadi lain yang dapat menjadi berhala (yang dapat menggeser pribadi Allah sebagai fokus hidup orang percaya); (5) Orang percaya harus berfokus pada Allah dan bukan pada pribadi yang lain, khususnya untuk berharap tentang harap tentang masa depan.; dan (6) Orang percaya harus menghindari ramalan masa depan dari pribadi yang lain, sebab hanya Allah yang berkuasa atas masa depan orang percaya. (TY-04)

YESAYA 42:1-9

Kitab Yesaya terkenal dengan empat nubuat tentang Mesias sebagai hamba Tuhan ( Yes. 42:1-9; 49:1-13; 50:4-11; 52:13-53:12). Nats hari ini adalah nubuat yang pertama.
Ayat 1 dimulai dengan kata “lihat.” Kata ini dalam bahasa Ibrani sama dengan kata “sesungguhnya” pada pasal 41:24, 29. Yesaya membandingkan sang hamba dengan berhala atau allah. Jika pada pasal 41:21-29 berhala dibandingkan dengan Allah, maka dalam nats ini sang hamba dibandingkan dengan berhala. Ini menyiratkan bahwa sang hamba bukanlah manusia biasa.
 

Tugas sang hamba (ayat 1-4) adalah menyatakan “hukum” kepada segala bangsa (ayat 1), tetapi dengan cara yang berbeda dengan penakluk lain. Yaitu Ia tidak akan berteriak-teriak ataupun membuang orang-orang yang sudah tidak berguna atau tidak berdaya (ayat 2-3). Kata "hukum" muncul tiga kali (ayat 1, 3, 4), menunjukkan tugas utama Sang Hamba ialah menegakkan hukum. Tugas yang tidak akan mudah, karena Ia akan mendapat banyak tekanan. Namun, tekanan yang dapat mematahkan atau memadamkan orang lain, tidak dapat menggoyahkan-Nya (ayat 4; bdk. Ayat 3).
Tuhan menegaskan bahwa tugas Sang Hamba yang akan mempengaruhi bangsa-bangsa dan memastikan hasil yang akan dicapai (Ayat 5-9). Bagian ini berisikan tiga pernyataan Allah tentang diri-Nya (ayat 5a, 6a, 8a). Pertama, Dia adalah Tuhan pencipta langit dan bumi dan segala yang hidup di dalamnya (ayat 5). Kedua, Tuhan telah memanggil Sang Hamba untuk menjadi perjanjian, terang, dan pembebasan bagi umat-Nya (ayat 6-7). Ketiga, penegasan bahwa nama Tuhan adalah eksklusif! Tidak untuk para berhala yang mati! Buktinya ialah Dia dulu telah bernubuat dan sekarang sudah tergenapi. Dia akan bernubuat, dan akan digenapi pula (ayat 8-9). Dengan demikian kita melihat bahwa Tuhan mau menyatakan tentang tugas yang Ia berikan pada Sang Hamba pasti akan tergenapi karena Tuhan yang mengutusnya merupakan Pencipta semuanya dan berdaulat atas semuanya.
Tuhan akan menegakkan hukum di bumi melalui Hamba-Nya, yaitu Yesus Kristus. Kita perlu tunduk kepada Kristus, atau kita akan mendapatkan hukuman. (MJ-04)


Pertanyaan Refleksi Pribadi:
Sudahkah anda bersikap seperti “hamba Tuhan”? Jawab:

UPAH MENGIKUT YESUS


“Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal” (Matius 19:29)

Banyak orang Kristen berharap dengan mengikut Kristus kehidupannya akan diberkati secara melimpah, terluput dari masalah atau kesulitan. Namun masalah tetap ada, situasi sulit tetap terjadi, bahkan tantangan hidup semakin berat, mereka pun berpikir: apa bedanya dengan orang-orang di luar Tuhan? Malahan secara kasat mata kehidupan orang-orang dunia sepertinya jauh lebih baik. Akhirnya kita selalu mengeluh, menggerutu dan terus mempertanyakan upah mengikut Kristus.
Kata “upah” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti balasan dari jasa atau tenaga yang dikeluarkan untuk mengerjakan sesuatu. Kita perlu mengakui bahwa di zaman sekarang ini, pada umumnya bahkan bisa kita katakan semua orang menginginkan upah yang setidaknya bisa memenuhi kebutuhan hidupnya secara pribadi ataupun keluarga. Sehingga kita harus menyadari bahwa hal ini merupakan suatu indikasi mengenai kehidupan manusia saat ini semakin dikuasai oleh materi atau sudah masuk dalam ajaran filsafat mengenai materialisme, yaitu ajaran yang mengukur segala sesuatu dengan materi. Kita bisa menemui bahwa orang-orang sekarang ini semakin jeli melihat kesempatan untuk memperoleh upah yang diinginkan dalam setiap pekerjaan.

Dalam pembacaan Alkitab kita saat ini merupakan bagian yang menguraikan mengenai “upah” kehidupan yang kekal yang merupakan harapan dari setiap orang percaya. Yesus mengajar orang banyak pada waktu itu yang terdiri dari kumpulan orang yang mengikut Yesus bahkan juga mereka yang membencinya. Yesus memberi jawaban dari pertanyaan Petrus dengan mengatakan bahwa mereka yang mengikuti-Nya dengan meninggalkan keluarga bahkan harta benda yang mereka miliki, maka mereka akan menerima dan menikmati seratus kali lipat dari apa yang mereka korbankan, bahkan jawaban yang menguatkan janji Tuhan ini adalah kehidupan kekal yang akan dinikmati oleh orang yang mau mengikut Yesus. (WP-04)

Doa: Tuhan Yesus, kami mau terus mengikuti Engkau seumur hidup kami supaya kehidupan kekal dapat kami nikmati nantinya. Amin.